Jumat, Oktober 01, 2010

at d' dawn time



Gw merasakan ada sebuah energi diluar diri gw,,energi yang tanpa batas, yang punya kuasa penuh atas diri gw. Dia mencukupi semua yang gw butuhkan materil 'n immateril,,Memiliki apa yang tak gw punya, mengalir di dalam darah , tanpa bisa gw bendung ,, terus dirasakan dalam setiap hembusan nafas gw..ada energi penuh kekuatan..yang bisa menenangkan dikala hati terasa galau..
Energi yang gw rasa tak harus gw ciptakan, ia telah ada sejak gw berada di dalam perut ibunda ,
Energi ini sepertinya harus gw jaga, tak ada pengkhianatan dan muslihat . Dan gw harus terus meng-upgrade..
Energi ini kadang membuat gw menangis..at the dawn time. .
Energi yang sungguh sulit untuk diingkari betapa manis dan ada hati penuh kesyukuran atas keberadaannya..
Terimakasih Tuhan, ,
Telah Memberikan energi bernama KEIMANAN..
Apa jadinya aku tanpanya..

Senin, September 27, 2010

long time no see


liburan 3 bulan,,
ga ngeblog 4 bulan,
ga ngisi jurnal 3 bulan,,
trus ngapain aja selama liburan,,
banyak yang saya lakukan kawand,,



Life:
Iya,,so far,,so straight at d'face,,and also at the inside,,
Tak boleh mengeluh adalah sebuah kata keramat yang tak asing, tapi justru gw temuin disosok sahabat yang menyadarkan saya akan hal ini..terimakasih a*** for d'inspiration..

Selasa, April 20, 2010

heart note



Bukan diantara lembah-lembah itu aku menyimpan rasa yang tak berujung ini..bukan diantara angin yang setiap kali berhembus dalam perjalanan menuju sebuah vertical limit , bukan pula diantara derasnya air sungai jernih , dingin yang melingkari langkah kami. Kadang ada seorang tua renta memberikan sepotong petuah, tentang cinta sejati,,lalu ia menghilang diantara kabut tebal bak asap, ujung rambut putih panjangnya masih sempat tertangkap oleh ekor mataku yang ketakutan disertai pula tubuh kecil yang mengigil ini. bukan tak mungkin akan selamanya aku terjebak tentang gundukan2 piramida hijau penuh misteri ini, auranya mengingatkan kanku pada apa yang terpendam dalam sanubari,,kisah tentang diri yang tangguh tapi fenomena alam selalu mengerogoti setiap kali Tuhan anugerahkan..

Kadang ada gelap yang pekat, meski waktu belum menuju ranah post meridiem..dan hati yang akan meloncat-loncat bersorak saat tak dinyana ada seberkas cahaya putih memantul pada daun jarum yang tajam..

Bukan diantara akar-akar gantung milik manusia hutan pula aku menyimpannya,, bukan pula pada tumbuhan2 hutan milik ular atau akar2 berbuah manis favorit penjelajah. Dan juga Bukan pada puncak keabadian edelweiss yang sebelah utaranya tertancap sang merah-putih milik manusia pendewa benda mati. Tapi semakin banyak 'bukan' yang aku tulis, hantu-hantu membisikkanku tentang keberadaan seberkas bayangan cinta pada setiap 'bukan'..dan analogi tentang meraih puncak2 perkasa ini selalu tepat untuk sesuatu yang agung di dalam telaga hati seorang aku..


Rabu, Maret 24, 2010

Spesialisasi karakter

Sekarang udah zamannya spesialisasi, spesialisasi juga yang bikin manusia jadi lebih modern, menghilangkan semua karakteristik primitif, dan intinya menjadikan hidup manusia lebih maju, dokter aja banyak bgt jenis spesialisasi nya ,,ada dokter gigi, dokter kandungan, dokter penyakit dalam, dokter anak, bahkan dokter boyke yang punya spesialisasi yang bener2 udah spesifik..

Itu soal Profesi,,tapi baru aja terlintas dalam fikiran saya kalo karakter itu juga ada spesialisasi nya,,pernah baca buku ... Kan,,yang sampulnya kuning itu lho,,ni saya tampilkan wujudnya,,







Ya,,almost everybody knows kalo buku itu membahas tentang karakter manusia yang sungguh unik,,bahkan manusia dibedakan menjadi 4 kategori sifat . Ada melankolis yang punya sifat menonjol sebagai ornag yang perfectsionis, ada sanguinis yang super ceria 'n supel, ada Pragmatis yang super nrimo dan damai, dan yang terakhir kholerik yang hobinya memimpin orang..yups semua itu dah sering qta dengar..tapi yang saya maksud disini,,adalah spesialisasinya.(diasumsikan kita setuju dengan semua yang ditulis buku tadi ) artinya,,ketika seseorang memiliki salah satu dari sifat itu,,maka itulah keunikan dari sifat yang dia miliki dan gag bisa dimiliki oleh orang yang memiliki ciri itu seunik seornag yang memang ..

Langsung aja,,sebenarnya saya lagi membicarakan tentang temen saya orang sanguinis yang ternyata berubah ingin menjadi seorang yang perfectsionis Cuma gara-gara dia sekarang jadi pejabat kampus..dia nga bisa menjalankan keperfeksionisannya dengan baik,,karena tetep perfeksionis itu milik orang melankolis,,

Orang melankolis berlaku perfeksionis ketika dia udah bisa membaca peta hidup dia dan juga peta hidup orang yang sedang dia hadapi,, jadi ketika dia perfeksionis..maka dia terlihat manusiawi..dan memang sudah seharusnya dia seperti itu,,kalo dia nga berbuat seperti itu maka hambar aja kalo ngeliat dia..yaa,,mungkin hanya diperlukan polesan sedikit-sedikit untuk sedikit mengimbangi sisi negatif dari keperfeksionisan dia..

Maka sangat aneh ketika teman saya yang sifat dasarnya sanguinis yang menggebu-gebu dan ceria berubah menjadi perfecksionis yang gag keruan..dia jadi perfeksionis yang nga manusiawi karena menuntut orang lain melakukan suatu pekerjaan tanpa dia tahu alur dari pekerjaan itu, dan tanpa dia tau betapa sulitnya melakukan apa yang dia minta..kalo orang melankolis give task itu dah tau sasaran dan objek yang dia maksud.. Jadi akan mudah bagi orang yang diminta melakukannya

Dan khususnya bagi orang melankolis, jika dia jadi sasaran tembak temen saya akan semakin bertambah lah beban yang dia pikul ketika dituntut akan pekerjaan yang butuh kesempurnaan itu.

Contohnya membuat sesuatu dengan tenggat waktu yang sangat sempit,,ketika orang lain dengan segala keperfeksionisannya melakukan semua itu dengan baik dan benar,,eh saat waktunya selesai tiba,,ngga ada tuh dia minta tugas yang udah dibikin itu..annoying kan!!

Atau menyuruh sesuatu diluar jadwal tapi berlagak pefeksionis,,justru itu memperlihatkan sebua ketidak harmonisan sifat asli dan sifat bikinan..ngerti ngga maksud gw..

Dari kejadian-kejadian yang saya lihat banyak bgt ketidak harmonisan antara sifat asli yang sudah dia miliki dengan apa yang dia lakukan saat ini..

Mmm..Saran saya tetep satu,,jangan membebankan sebuah pekerjaan yang berbentuk alur dan urutan kepada orang yang sanguinis,,karena dia akan menjadi kurang manusiawi terhadap bawahannya..

Nah ini maksud saya spesialisasi karakter..

Spesialisasi karakter jadi penting bgt ketika kita memahami betapa ada benturan-benturan yang kita dapatkan ketika kita berjalan beriringan dengan orang lain,,

 
 


 

Selasa, Februari 02, 2010

public blunder



Dalam sebuah perenungan...
manusia memang terkadang ragu-ragu untuk memandang kesalahannya, begitu banyak pembenaran yang terlontar, membuat semua orang disekelilingnya mengiyakan kesalahan tersebut,,yaya,,terkadang terlihat seperti bijak. tak menyadari ada implikasi besar dibalik semua keputusan, memang benar manusia sering salah membuat keputusan, tapi apakah harus terus berulang dan mengabaikan pesan Tuhan yang terwakili oleh orang2 yang mengingatkannya, God Helps those help them self,,apakah Tuhan akan menolong hambanya dengan tersurat, mengabarkan mana keputusan yang salah dan benar, picik kalo kamu berfikir kayak githu, terus kenapa masih harus mengulang hal-hal yang kamu tau itu salah, telah ada rambu yang membatasi tapi tak digubris.
implikasi besar dari sebuah kesalahan sering tidak terlihat, mungkin implikasi pada moral yang tercipta secara perlahan tapi pasti,
tapi ngga jarang banya kerugian yang ditimbulkan, untuk dirinya sendiri mungkin memang seharusnya begitu, tapi jika untuk orang lain yang tak tahu-menahu, lalu harus menjadi orang yang paling dirugikan?? " that's the public blunder".
terlalu berat beban bagi seorang korban (contohnya saya) atas social justfication yang mereka buat, membuat seolah keputusan paling bijaksana, mengabaikan amanah orang lain, dan yang paling jelas merugikan orang lain. menghambat kesuksesan, belum lagi long term effect yang bakal tercipta. Bicara soal kesuksesan memang dalam kasus ini ada parameter yang berlainan antar tiap individu dalam memandang kesuksesan,tapi jika semua orang menganggap kesuksesan bisa dihitung secara matematika, what will happen? there're unfortunate victims.....

Selasa, Januari 12, 2010

Menyaksikan diri



Ditahun yang masih bisa dianggap baru ini saya mempunyai semangat yang lebih baru..menyaksikan diri ternyata adalah hal mengasyikan yang kadang dilupakan semua orang,,kadang saya merasa ajaib aja githu karena saya bisa passed these section..tapi tentu nga semuanya berjalan lancar,,
Back to the point tentang semangat baru..[hmm..mirip lgunya Elo] tapi emang saya suka banget sama lagunya Elo yang 'semangat baru' itu,,lagunya seolah membangunkan saya dari kesuraman [whaha..serem amat], intinya saya merasa harus memiliki semangat baru [dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,,wah peribahasa ini dipopulerkan sahabat saya,,cukup menyadarkan juga akan keberadaan diri ini yang kadang banyak tak bersyukur atas apa yg terjadi],,balik lagi ke lagu pemirsa,,di2009 menuju 2010 emang lumayan da beberapa lagu yang menyedot perhatian saya, ,[wak,,serasa siapa githu,,hwehehe, gayanya udah kayak pengamat musik ,,ble.] ada lagi lagunya J-Rock 'Meraih Mimpi',,hmm liriknya yummy,,ampe saya tempel liriknya di samping cermin ajaib saya[nga ajaib deng], yaa,,secara cewek gitu kan, paling sering nongkrongin mirror , saya pasang disithu, hasilnya setiap saya ngaca saya kayak dapet suntikan energi..whehe. [Yaa emang msih banyak tempelan-tempelan lain disekeliling cermin saya, kayak tempelan pinjeman uang kecil ke c uhti,,pokonya apapun ditempel dech--
Ada lagi the inspiratif one, yaitu lagunya GiGi, 'sang pemimpi' yang sekaligus jadi theme song-nya film berjudul sama,,Lirik lagu ini emang terasa lebih manusiawi,,karena ada sentuhan penulis didalamnya..mbak Mira L, two thumbs up!..
Yang lebih mengherankan ko ada ya yang plagiat lagunya KuTakut Dikejar Kunang-kunang tahun 2000-an,,[masih inget???] taukan songnya owlcity with fireflies-nya…haha,[dari sisi mana plagiatnya sodara-sodara??]

Back to big point tentang sebuah semangat baru ditahun yang masih terbilang baru ini, baik Masehi or Hijriah [hayoo..jangan Masehi aja],,yang pasti semangat untuk terus memperbaiki diri, kan setahun kemaren udah terdepresiasi[he,,amit-amit dech kalo harus terdepresisi,,] maksutnya nga jauh-jauh,ada beberapa kadar diri ini yang memang harus dibuang [kadar kejelekannya]
Perbaikin diri...saya rasa cukup mewakili atas Resolusi saya di tahun baru ini, dari pijakan itulah semua yang akan saya lakukan mendapat stempel--lebih baik semy--

Nga mesti tahun baru, seandainya semua orang bisa memaknai tahun baru ketika setiap kali membuka mata dipagi hari, [pasti seru kan] semua menyambut hari, melupakan semua kesedihan, melebarkn senyum, saling memberi hadiah [tp jangan kayak temen saya, berdua tuh sama aja, ultahnya April ko dah ribut pengin dikasiih hadiah dari sekarang,,ngga banget kan ,,wkwkw], saling bertanya soal resolusi, bahkan saling memaafkan mungkin,,nice guys kayaknya,kayaknya hidup akan terasa sangat bermakna dan bersemangat,,dan saya jamin [ajinomoto dijamin mutu,,hihi]output yang akan dihasilkan dari hari-hari bermutu tersebut pasti Higher-lah..setuju??,,hmm,,muncul tiba-tiba aza fikiran smacam itu,, not bad lah,, untuk sebuah inspirasi kecil di posting saya kali ini,,hehe
Yaa,,however,,hidup ini harus dibuat sebermutu mungkin, melihat apa yang tidak dilihat orang lain, empati atas apa yang dirasakan mereka, memberi bukan atas apa yang kita buang,
Dan bertindak seperti apa yang telah orang-orang sukses didunia ini lakukan!!
SEMANGAT BARUUUUU!!

Sabtu, Desember 26, 2009

ada rasa yang bias

saat-saat seprti ini tak ada yang lebih ingin kulakukan selain mencoba memahami hidupku sendiri,,jika mereka tak pernah mengerti, maka aku yang seharusnya jadi penolong,,aku telah berjanji, bahwa i'm d' controller of my life,,no other,,kecuali Yang Diatas Tentunya,,Ia tentu sumber dari segala kekuatanku.
kadang menyerah seperti sebuah tawaran air sejuk yang manis ditengah perjalanan berpasir panas ini,menggiurkan,tapi bukan aku dan aku tak akan memaafkan diri ini jika tawaran itu harus aku terima.
dear,,kamu tau? dalam ke-tidak pedulian yang kamu terima atau bahkan ignorance, kamu semakin kuat dan peka. tak perlu kamu ungkapkan rasa sakit itu pada siapapun jika sekiranya mereka hanya akan semakin meminggirkan daftar namamu di knowedpeople-list mereka, ini bukan sebuah pesismisme, bukan pula sebuah apatisasi ..tapi hanya mengajakmu melakukan yang terbaik sebelum mereka tau betapa buruknya cara kamu menghadapi masalah, sebelum kamu menyadari bahwa tak jarang jika tak ada yang ingin lebur dalam masalahmu..
yups,,do your best for your lifeproblem..sebelum kamu tak memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan KAMU..

Senin, Desember 21, 2009

taken from desy anwar page at kickandy. "God helps those who help themselves"

I am someone who is always open to learning new things and new ideas, so when a friend asked me to listen to a talk by Dada J.P Vaswani recently, I was more than eager. Who after all would not be interested to know the ‘Formula for Prosperity’, which was the title of the lecture, in these times of economic uncertainties? I had half expected to hear some tips on where best to put your money and which stocks to buy that would ensure a good return and provide you with a tidy little nest egg for the future - which just goes to show that I had no idea who J.P. Vaswani was or read any of his writings.

But when I saw that practically everyone from the Indian community in Jakarta included their children were there in their best clothes, I realized that the person we were about to listen to was a highly respected spiritual guru with many devotees worldwide: Particularly amongst the Indian community. (When I tweeted my status on Twitter, my niece, who is familiar with Jakarta’s textile shops, was impressed. She had seen Vaswani’s pictures hanging in many Indian owned textile stores.)

And when Dada finally entered the room, his hair as white as the robes he donned and had to be assisted to his seat on the stage, I figured out that the evening’s lecture wouldn’t be about some get rich quick schemes or advice on how to invest your money for the future. It was going to be about something a lot more profound.

So there I was amongst an audience thirsty for words of wisdom and eager to follow the path of enlightenment from a man who is well into his eighties, seemingly physically fragile and yet who managed to capture everyone’s attention with his simple humility, kind demeanour and gentle voice that only the truly wise and enlightened have. Here was a man who had devoted his life in the service of others through his inspiring words and stories.

What then is the formula for prosperity? I thought it might be of some interest for the readers so allow me to share in a nutshell Dada Vaswani’s gems of wisdom, for I was certainly grateful to learn and be reminded of them that evening. According to him there are four rules, which, if followed, will surely lead to a prosperous life.

The first of these rules is, ‘God helps those who help themselves.’ This might seem an obviously simple truism that need not be reiterated. However, coming from the mouth of a sage, I could not help but nod my head in agreement that this is something that we often disregard when going about our daily lives: Which is using the intelligence and capacity for endeavour that our Maker created us with. Instead, a lot of the times we expect others to solve our problems for us and, when things go wrong, to cast blame on everything other than ourselves.

Dada gave an example of a pious man whose house in the middle of his prayer, caught fire. Soon his family rushed to the prayer room to urge him to leave the house immediately before the fire spread, whereupon he declined, insisting that he was a man of faith and that God would see to it that he was saved.

The fire grew bigger and was about to engulf the house and his neighbours, anxious for his safety, risked their lives trying to save the man, who again, refused all help saying that God would answer his prayers for safekeeping. Finally the flames reached the prayer room where he was and this time firemen were sent with ladders to rescue him through the window but to no avail. The man was adamant that God would perform his miracle and save him from the flames.

No such miracle happened however, and the man was burnt to ashes in the fire. When he went to heaven he berated God for failing to rescue him but instead allowed him to die in the fire. To which God replied that thrice he had tried to rescue him, first via his family, secondly through his neighbours and finally even sending the firemen, and still the man did not get his messages. Thus the important universal lesson, don’t expect God to do your work for you, as God will only help those who help themselves. In order to do that, praying is not enough. Often in prayers we busy ourselves with our demands and entreaties and yet we rarely use our faculties and energy to listen to the answers or follow the messages. We fail to keep our eyes and ears open and employ our intelligence to read the signs that would point us in the right direction, to see the solutions to our problems and to decipher the secret of life and the key to prosperity.

The second rule to achieving prosperity is – oh, dear I’ve ran out of space. I guess it’s for me to know and for you to find out.

(Desi Anwar is an Anchor and Writer. She could be contacted at www.desianwar.com and www.dailyavocado.net)