Minggu, Mei 19, 2019

Menjadi Wanita

Menjadi wanita dan atau menjadi seorang wanita yang dicintai dan disayangi adalah dua hal yang jauh berbeda di masa aku sedang hidup saat ini.
Selalu ada banyak tips di internet menjadi wanita agar dicintai, agar tetap dicintai , agar tidak ditinggalkana and so on. Mengapa begitu? setelah aku baca semuanya, artikel-artikel tersebut cukup mendiskreditkan wanita. Begitu banyak hal yang tidak boleh dilakukan oleh wanita agar pasangannya tetap mencintainya, dan tidak meninggalkannya. Begitu banyak hal yang harus dilakukan wanita sehingga tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Mengapa begitu banyak persyaratan wanita , untuk dipertahankan oleh pasangannya. Mengapa begitu??

Manusia itu tidak ada yang sempurna, wanita tidak ada yang sempurna. Namun menjadi hal yang sangat ironis jika ketidaksempurnaan itu menjadi alasan bagi laki-laki untuk meninggalkan pasangannya. 
Dan lebih ironis lagi, saat laki-laki meninggalkan wanita, mengapa society secara umum selalu berfikir dan meyakini ada yang salah dari pihak wanita. Kemudian yang jauh lebih ironis lagi, pihak laki-laki akan menceritakan kesalahan-kesalahan wanita (sampai mengarang cerita) sebagai alasan dia meninggalkan pasangannya, hanya agar dianggap logis oleh rekan-rekan sekelilingnya.

Ada yang salah dalam cara pandang masyarakat kita mengenai wanita, dan wanita dianggap rendah masih merupakan hal yang lumrah. Wanita sebagai tumpuan kesalahan dalam sebuah perceraian juga masih merupakan stereotype yang berkembang di masyarakat. Wanita sebagai istri sah sebagai pihak yang dipersalahkan atas perselingkuhan suaminya juga masih sangat kental dalam perbincangan masyarakat, dimana kalimatnya akan berbunyi , 'suaminya ngga dijagain sih' atau 'laki-laki cari yang buat nyaman sih'.. hmmm...

..speechless..


Selasa, Februari 26, 2019

Hiruk Pikuk

Saat bicara tentang hiruk pikuk saat ini, pasti yang saya maksud bukan hiruk pikuk Ibukota yang sebelumnya pernah saya alami dan sedikit ceritakan di blog ini, karena saat ini saya sedang tinggal di sebuah kota kecil di Provinsi Jambi. Kota kecil yang membuat saya betul-betul biasa-biasa saja. Saya tidak dirundung duka homesick namun tidak juga merasa kerasan, perasaan saya tentang kota ini biasa saja, nothing is really special. 

So, hiruk pikuk yang saya maksud adalah soal pekerjaan dan beragam manusia yang terlibat di dalam pekerjaan ini. Tentu tantangan besar dong saat kita harus bertemu dengan kultur baru di tempat yang baru. Tempat baru saja udah merupakan hal baru, ditambah lagi dengan kultur baru, dan tentu ditambah lagi dengan budaya perusahaan yang baru karena pertama kali bekerja di perusahaan ini, saya langsung ditempatkan di kota ini. Jadi saya harus berhadapan dengan tiga hal setidaknya, yaitu : Tempat baru , kultur baru, dan budaya perusahaan yang baru (mencakup beragam jenis manusia didalamnya). 

Lelah, betul sekali. Ada hal-hal yang tidak sehat yang harus saya hadapi. Dan setiap waktunya saya harus deal with it, compromize things that I'm not really into, even ada hal-hal yang bertabrakan juga sebetulnya dengan konsep hidup yang sebetulnya udah saya pakemkan dalam diri saya. Kedengarannya sedikit kaku mungkin, tapi saya memang sengaja membuat beberapa hal spesifik menjadi kaku. Tidak semua hal harus dibuat fleksibel kan? . Namun sebagaimana saya katakan diawal, saya lelah. 

Perlu saya klarifikasi, saya bukan sedang mengeluh. Mengeluh actually is not my thing, karena definisi mengeluh dalam kamus saya adalah saat kita memprotes dan mempertanyakan sesuatu hal yang seharusnya memang sudah kapasitas kita terlibat di dalamnya. Jadi, apa yang sedang saya ceritakan di tulisan ini adalah saya sedang mengalami kegelisahan atau semacam keresahan yang saya sendiri belum tau bagaimana memecahkannya dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya. 

Saya lelah, dan saya ingin beristirahat. 
Beristirahat dalam artian, saya akan menjalani semua ini dengan betul-betul mencari nyamannya saya, dengan memastikan tidak mengusik kehidupan orang lain tentunya. Sepertinya saya harus menjalani konsep hidup slow living, mencari makna dalam setiap apa yang saya lihat , dengar dan rasakan. Kegaduhan dan hiruk pikuk ini tak akan pernah berhenti, namun itu semua berasal dari luar diri saya, sementara Peace is ultimately in my mind first, right? 

Demikian, Sekian .. 


xoxooxo 

Jumat, Februari 08, 2019

Hari baru

Selalu ada hari baru untuk kita, menandai kapan hari baru tentu suka-suka kita kan? :D ,
Yang pasti hari baru adalah hari untuk kita melakukan sebuah langkah baru, dan seharusnya lebih baik dan diusahakan jauh lebih baik dari sebelumnya. 
Setelah melewati sebuah kejadian buruk dan Alhamdulillah aku bisa melewatinya dengan baik, dan lebih Alhamdulillahnya lagi aku bisa menjadikan itu pelajaran paling berharga dalam hidup ini. Pelajaran yang mahal sekali. 

Alhamdulillah, hidupku dimulai lagi, dengan lebih tertata. Yaa, meskipun kebiasaan begadang belum bisa hilang sih :p. Aku mulai excited lagi dengan berbagai hal positif. Belajar berbagai hal yang aku sukai dan sangat aku minati. Aku merasa diriku berharga lagi, dan merasa kembali punya harapan tentang hal-hal baik. 



Sabtu, November 10, 2018

Since you're a kind of a narcissist, I bet you're feeling so angry right now. Because I'm no longer adore you, I'm no longer let you  act rude towards me. Live your life, I do care of my own life, I'm no longer interested in your toxic way of life. 


Sabtu, November 03, 2018

Rasa

....
Seumur hidupku, aku merasa selalu berada dalam zona stabil secara mental. Aku bisa memilih teman, aku dapat mendeteksi kebohongan lawan bicaraku, aku selalu waspada. Selama hidup dan bekerja di kota besar Jabodetabek aku hampir tidak pernah kecopetan, hipnotis , dan kejahatan-kejahatan jalanan lainnya. Hidupku sangat lurus dan hampir tidak pernah dibodohi.
Hingga saatnya aku sadar, ada sesuatu yg dapat sangat membodohiku.
Itu adalah cinta.
Aku mencintai,
Dan aku tertipu,
Aku dibodohi,
Baru aku sadar setelah aku ditinggalkan.
Baru kini aku sadar jika kuingat setiap lembar kisahku dari awal.
Kemarin, mataku ditutup, inderaku tak merasakan apapun selain sebuah perasaan cinta untuk seseorang yang tidak mencintaiku.
Kini aku semakin memahami kelemahanku, aku tidak bisa mencintai, mencintai membuatku lemah tak berdaya.

Jumat, Agustus 10, 2018

Lemah

Ada yang salah dengan menjadi lemah?
Manusia cenderung tak mau menemani yang lemah
Begitu terganggu dengan keluhan ..
Jika ada 365 hari, tidak bolehkah aku merasa begitu terpuruk diantara hari-hari itu.
Haruskah aku terus terlalu kuat?
Kuat yang bukan betul-betul kuat. Mencoba kuat untuk menunjukkan pada mereka yang menginjak bahwa aku bisa berdiri.
Meski hatiku, jiwaku sedang jatuh. Aku sekuat tenaga berusaha berdiri.
Hingga pada akhirnya aku kehabisan energi, hingga tak pernah menjadi betul-betul kuat.
Betapa masalah ini mendorongku bertubi-tubi, bahkan aku hanya bisa berbicara disini, menahan air dari mataku yang selalu ingin jatuh.

Aku punya banyak sahabat yang begitu setia, tapi aku takut membebani mereka dengan berkeluh kesah pada mereka. Aku tak mau mereka meninggalkanku, karena menyadari temannya ini begitu sangat lemah dan rapuh.

Aku mengakui, aku sedang lemah, rapuh, aku hanya ingin menangis saat ini.

Sabtu, Agustus 04, 2018

Berhenti

Dalam setiap perjalanan selalu ada perhentian
Berhenti untuk kemudian melanjutkan tujuan
Kita juga sama, berhenti untuk melanjutkan tujuan perjalanan ini..
Meski kemudian kita terus berjalan lagi,
Namun bukan di jalan yang sama ..
Karena ternyata tujuan kita berbeda ..
Sangat berbeda..

Yang kusesali, kamu tidak memberitahu tujuanmu sejak awal. Akupun tidak bertanya.

Tapi kamu nahkodanya, mengapa tidak membawa penumpang ini menuju pantai,
Tidak terombang-ambing di lautan lepas dengan kapal laut tanpa kendali.

Penumpang ini mempertaruhkan hidupnya,
Namun kamu melepasnya dengan perahu kecil,
Kemudian berlalu dengan kapal besarmu .

Aku akan selamat, karena ada Tuhan menjagaku. Kuayunkan dayungku, sambil memohon kemurahan Tuhan.
Aku hampir sampai ke pantaiku,
Hampir sampai,
Aku tau,
Tuhan menjagaku

Selamat jalan nahkoda dengan kapal besar ...
Seharusnya kamu setidaknya berpura-pura mengucapkan selamat jalan ...

Senin, Juli 23, 2018

Berat

Sekuat tenaga memotivasi diri,
Meyakinkan diri, bahwa ini semua bukan kesalahanmu Shem..
Namun, saat seperti ini, aku masih sering merasa tak berharga, tak berguna, hingga yang terasa hanya air mata.
Mengapa aku lemah sekali. Mengapa hidupku tak punya arti apa-apa. Aku merasa bersalah kepada kedua orangtuaku. Aku merasa bersalah pada diri sendiri. Aku merasa berada dalam jurang yang dalam. Setelah ada seseorang yang mendorongku masuk ke dalam jurang ini.
Berat sekali ya Allah ya Robbi..

Minggu, Juli 15, 2018

Titik Nol

Pada apa yang terjadi, 
Awalnya aku merasa berat , bagaimana caranya untuk menjelaskan pada mereka yang selalu berada di dekatku, keluarga, sahabat serta kerabat .. 
Namun pada akhirnya, yang terberat adalah untuk menjelaskan pada diri sendiri,. 
Saat semua sudah faham, ternyata aku satu-satunya yang tak faham dengan apa yang terjadi.
Aku yang satu-satunya merasa kebingungan untuk menata hidupku kembali. 
Kemudian aku menyadari, aku sendirian menghadapi semua ini. 
Memang aku lah satu-satunya yang bisa memutuskan bagaimana hidupku setelah ini. 
Aku satu-satunya yang menentukan akan dibawa kemana perasaanku sendiri, bagaimana aku menghandle semua ini. 
Aku benar-benar merasa sendiri. Tak pernah aku merasa sesendiri ini. 
Saat-saat seperti ini aku merasa berada dalam kegelapan, aku tak melihat apa-apa. 
Terus melangkah, tapi tak tau kemana arahku sendiri. 
Aku merasa telah melakukan segala yang aku mampu, namun segalanya serba sia-sia. 
Aku merasa telah melakukan yang terbaik, namun aku memperoleh yang terburuk. 

Ini titik terendah dalam hidupku.