Jumat, Mei 01, 2020

2020

4 bulan sudah berlalu sejak diawali tahun ini
20 hari sudah terlewati, sejak usiaku menginjak 31 tahun. 
Mencoba kembali menulis catatan disini, dengan lebih apa adanya.  
Diakui, hidupku semakin banyak menemui tantangan. Namun, harus aku akui juga, life feel so sweet sometimes. 
Aku sering menemukan kebahagian-kebahagian sederhana yang membuatku selalu ingin bersyukur dan life in the moment, tak ingin menyesal di kemudian hari  karena terlambat menyadari ada berapa hal spesial yang terjadi saat ini. Gratitude is all about that, menyadari hal-hal baik yang terjadi di depan mata, kemudian merasa bahagia tanpa tapi. Ini yang sering kita lupakan actually, coba diingat-ingat :)

Ya, aku juga menemukan kekecewaan-kekecewaan about things, yg tak selalu besar actually. You know,selalu ada hiruk pikuk tentang semua hal. It's so stressful for sure. Aku bisa memikirkannya dalam keterjagaan, menghabiskan detak waktu demi waktu. Kabar baiknya, segala sesuatu kadang tidak selalu seburuk kelihatannya kok. Maka penting untuk tetap tenang, santuy aka santaii... Ini hanya tentang manajemen pengendalian fikiran terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, which happens all the time. 

Mari esok kita bicara apapun ... 


Bandarlampung,
01 Mei 2020 

Minggu, Mei 26, 2019

Terapi

Pada saat mengalami hal buruk terjadi pada awal tahun 2018 (jan-feb), actually, my life such a mess. Tapi bukan Messy dalam artian gue berantakan ga keruan keliatannya sih. Dari luar, my appearence , everything is normal. Jadi yang berantakan itu pastinya dalam diri gue, dalam hati, dalam fikiran. 
Tidak pernah terfikir sebelumnya akan menerima begitu banyak perlakuan buruk, dan lebih tidak terfikir lagi akan berakhir seperti itu pada akhirnya.  

The Divorce things itu sangat menguras hati, I mean, bukan proses divorce secara hukumnya. Tapi proses mental saat menghadapi persoalan yang bagi gue cukup tidak masuk akal saat itu. Namun gue memutuskan untuk fight, untuk bertahan agar segalanya berjalan secara normal, pekerjaan, pola hidup, fikiran dsb. Jada pada masa bertahan itu gue baru banget dipromosikan sebagai manajer di sebuah bagian yang cukup rumit dan perlu pembelajaran intensif di kantor. Gue cukup sadar saat itu, bahwa ini ga mudah, menghadapi dua hal rumit sekaligus. Namun gue berusaha keras untuk menyeimbangkan keduanya. 

Sebetulnya sebelum masuk ke tahap menghadapi divorce di depan mata, mental gue udah diuji banget selama kurang lebih 6 bulan yang penuh dengan kekacauan sejak Juni 2017. Jadi ketika akhirnya masuk pada tahap he offered a divorce itu gue mentalnya udah baja sebetulnya. Tapi tetep aja yang namanya menghadapi sesuatu hal berat yang baru, mental gue kembali diuji. 

Jadi, sebetulnya apa sih yang gue lakukan pada masa-masa menuju divorce itu?. 

Gue kembali pada hobi gue ...
Hobi itu bisa banget jadi terapi untuk kita meredakan kesedihan, it actually works well. 
Gue dari dulu hobi banget untuk cari-cari tau soal dunia finansial khususnya di bidang capital market, dan gue pun sudah punya RDI (Rekening Dana Investor) di sebuah perusahaan sekuritas. Iya, gue udah punya tabungan reksadana sebelumnya, dan itu udah ga pernah gue perhatiin lagi. Karena sempet lama ninggalin keingintahuan gue soal dunia investasi, so gue mulai baca-baca lagi  dan mulai tertarik sama yang namanya instrumen investasi saham. Gue juga diskusi sama temen soal si 'saham' ini, dan dia pun sama tertariknya. Lalu, gue mulai melakukan pembelian saham pertama gue yang acuannya adalah top holdings dari laporan factsheet reksadana yang terbaik saat itu, dan gw pick some stocks yang masuk daftar ISSI (indeks saham syariah Indonesia), dan sudah pasti karena newbie gue akan terus pantengin pergerakan harganya seharian. Yah, ini lah awal mula life saver gue, dimana gue akhirnya bisa fokus seharian selama jam bursa mantengin candle stick of my stocks dan gue sedikit melupakan persoalan gue yang lain. Saat itu gue langsung aktif menjadi trader harian, dan seseru itu, karena pake duit beneran gaes, bukan duit monopoli. Jadi sangat lumayan memicu adrenalin gue, karena gue newbie dan ga tau apa-apa sebetulnya. Sampe akhirnya gue nemu grup-grup belajar saham di aplikasi Telegram, dan makin seru lah disitu, karena gue jadi tau sedikit-sedikit ilmunya. OMG, makin sibuk dong gue setiap hari, selain mantengin ihsg dan harga saham, gue juga mantengin obrolan di grup saham itu. Thanks God, gue jadi lupa sama masalah gue itu. Pekerjaan gue saat itu memang ga begitu padat, karena setiap hari tugasnya adalah membuat laporan , mengisi buku bantu, verifikasi, pencocokan data dan semacamnya. Jadi ada jeda-jeda dimana gue bisa menjalankan hobi yang mana cuma bermodal hp android, hehehe. 
Yang lebih lucunya lagi, saat jam bursa tutup, gue masih terus bacain obrolan di grup-grup saham, karena banyak banget ilmunya dan menarik sekali. Setiap hari yang mereka obrolin itu perusahaan A lagi ngapain , perusahaan B labanya naik berapa persen, lagi akuisisi apa, bangun pabrik baru, dll. Sampe akhirnya, setiap malem yang gue baca di hp itu laporan keuangan emiten-emiten yang gue punya. :D, bener-bener tiap malem, it's very2 exciting asli. 

So gak heran, dimasa-masa gue menghadapi perceraian itu kehidupan gue quite normal, makan gue normal 3x sehari, tidur gue seperti biasa jam 12 malem paling malem, kerjaan ke handle semua meski baru belajar dan cukup sulit saat itu, tapi gue melawan kesulitan itu dan mengatakan pada diri sendiri bahwa gue bisa . 

Dan alhamdulillah gue bisa, 

Jadi ini sedikit tips dari gue dalam menghadapi permasalahan hidup, yang mana ga gampang juga klo mau cerita ke orang, dan diri sendiri juga sebetulnya ga tau mau ngapain,, 
so, just back to your hobbies. Menjalani hobi adalah sebuah terapi, coba deh . 






Minggu, Mei 19, 2019

Menjadi Wanita

Menjadi wanita dan atau menjadi seorang wanita yang dicintai dan disayangi adalah dua hal yang jauh berbeda di masa aku sedang hidup saat ini.
Selalu ada banyak tips di internet menjadi wanita agar dicintai, agar tetap dicintai , agar tidak ditinggalkana and so on. Mengapa begitu? setelah aku baca semuanya, artikel-artikel tersebut cukup mendiskreditkan wanita. Begitu banyak hal yang tidak boleh dilakukan oleh wanita agar pasangannya tetap mencintainya, dan tidak meninggalkannya. Begitu banyak hal yang harus dilakukan wanita sehingga tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Mengapa begitu banyak persyaratan wanita , untuk dipertahankan oleh pasangannya. Mengapa begitu??

Manusia itu tidak ada yang sempurna, wanita tidak ada yang sempurna. Namun menjadi hal yang sangat ironis jika ketidaksempurnaan itu menjadi alasan bagi laki-laki untuk meninggalkan pasangannya. 
Dan lebih ironis lagi, saat laki-laki meninggalkan wanita, mengapa society secara umum selalu berfikir dan meyakini ada yang salah dari pihak wanita. Kemudian yang jauh lebih ironis lagi, pihak laki-laki akan menceritakan kesalahan-kesalahan wanita (sampai mengarang cerita) sebagai alasan dia meninggalkan pasangannya, hanya agar dianggap logis oleh rekan-rekan sekelilingnya.

Ada yang salah dalam cara pandang masyarakat kita mengenai wanita, dan wanita dianggap rendah masih merupakan hal yang lumrah. Wanita sebagai tumpuan kesalahan dalam sebuah perceraian juga masih merupakan stereotype yang berkembang di masyarakat. Wanita sebagai istri sah sebagai pihak yang dipersalahkan atas perselingkuhan suaminya juga masih sangat kental dalam perbincangan masyarakat, dimana kalimatnya akan berbunyi , 'suaminya ngga dijagain sih' atau 'laki-laki cari yang buat nyaman sih'.. hmmm...

..speechless..


Selasa, Februari 26, 2019

Hiruk Pikuk

Saat bicara tentang hiruk pikuk saat ini, pasti yang saya maksud bukan hiruk pikuk Ibukota yang sebelumnya pernah saya alami dan sedikit ceritakan di blog ini, karena saat ini saya sedang tinggal di sebuah kota kecil di Provinsi Jambi. Kota kecil yang membuat saya betul-betul biasa-biasa saja. Saya tidak dirundung duka homesick namun tidak juga merasa kerasan, perasaan saya tentang kota ini biasa saja, nothing is really special. 

So, hiruk pikuk yang saya maksud adalah soal pekerjaan dan beragam manusia yang terlibat di dalam pekerjaan ini. Tentu tantangan besar dong saat kita harus bertemu dengan kultur baru di tempat yang baru. Tempat baru saja udah merupakan hal baru, ditambah lagi dengan kultur baru, dan tentu ditambah lagi dengan budaya perusahaan yang baru karena pertama kali bekerja di perusahaan ini, saya langsung ditempatkan di kota ini. Jadi saya harus berhadapan dengan tiga hal setidaknya, yaitu : Tempat baru , kultur baru, dan budaya perusahaan yang baru (mencakup beragam jenis manusia didalamnya). 

Lelah, betul sekali. Ada hal-hal yang tidak sehat yang harus saya hadapi. Dan setiap waktunya saya harus deal with it, compromize things that I'm not really into, even ada hal-hal yang bertabrakan juga sebetulnya dengan konsep hidup yang sebetulnya udah saya pakemkan dalam diri saya. Kedengarannya sedikit kaku mungkin, tapi saya memang sengaja membuat beberapa hal spesifik menjadi kaku. Tidak semua hal harus dibuat fleksibel kan? . Namun sebagaimana saya katakan diawal, saya lelah. 

Perlu saya klarifikasi, saya bukan sedang mengeluh. Mengeluh actually is not my thing, karena definisi mengeluh dalam kamus saya adalah saat kita memprotes dan mempertanyakan sesuatu hal yang seharusnya memang sudah kapasitas kita terlibat di dalamnya. Jadi, apa yang sedang saya ceritakan di tulisan ini adalah saya sedang mengalami kegelisahan atau semacam keresahan yang saya sendiri belum tau bagaimana memecahkannya dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya. 

Saya lelah, dan saya ingin beristirahat. 
Beristirahat dalam artian, saya akan menjalani semua ini dengan betul-betul mencari nyamannya saya, dengan memastikan tidak mengusik kehidupan orang lain tentunya. Sepertinya saya harus menjalani konsep hidup slow living, mencari makna dalam setiap apa yang saya lihat , dengar dan rasakan. Kegaduhan dan hiruk pikuk ini tak akan pernah berhenti, namun itu semua berasal dari luar diri saya, sementara Peace is ultimately in my mind first, right? 

Demikian, Sekian .. 


xoxooxo 

Jumat, Februari 08, 2019

Hari baru

Selalu ada hari baru untuk kita, menandai kapan hari baru tentu suka-suka kita kan? :D ,
Yang pasti hari baru adalah hari untuk kita melakukan sebuah langkah baru, dan seharusnya lebih baik dan diusahakan jauh lebih baik dari sebelumnya. 
Setelah melewati sebuah kejadian buruk dan Alhamdulillah aku bisa melewatinya dengan baik, dan lebih Alhamdulillahnya lagi aku bisa menjadikan itu pelajaran paling berharga dalam hidup ini. Pelajaran yang mahal sekali. 

Alhamdulillah, hidupku dimulai lagi, dengan lebih tertata. Yaa, meskipun kebiasaan begadang belum bisa hilang sih :p. Aku mulai excited lagi dengan berbagai hal positif. Belajar berbagai hal yang aku sukai dan sangat aku minati. Aku merasa diriku berharga lagi, dan merasa kembali punya harapan tentang hal-hal baik. 



Sabtu, November 10, 2018

Since you're a kind of a narcissist, I bet you're feeling so angry right now. Because I'm no longer adore you, I'm no longer let you  act rude towards me. Live your life, I do care of my own life, I'm no longer interested in your toxic way of life. 


Sabtu, November 03, 2018

Rasa

....
Seumur hidupku, aku merasa selalu berada dalam zona stabil secara mental. Aku bisa memilih teman, aku dapat mendeteksi kebohongan lawan bicaraku, aku selalu waspada. Selama hidup dan bekerja di kota besar Jabodetabek aku hampir tidak pernah kecopetan, hipnotis , dan kejahatan-kejahatan jalanan lainnya. Hidupku sangat lurus dan hampir tidak pernah dibodohi.
Hingga saatnya aku sadar, ada sesuatu yg dapat sangat membodohiku.
Itu adalah cinta.
Aku mencintai,
Dan aku tertipu,
Aku dibodohi,
Baru aku sadar setelah aku ditinggalkan.
Baru kini aku sadar jika kuingat setiap lembar kisahku dari awal.
Kemarin, mataku ditutup, inderaku tak merasakan apapun selain sebuah perasaan cinta untuk seseorang yang tidak mencintaiku.
Kini aku semakin memahami kelemahanku, aku tidak bisa mencintai, mencintai membuatku lemah tak berdaya.

Jumat, Agustus 10, 2018

Lemah

Ada yang salah dengan menjadi lemah?
Manusia cenderung tak mau menemani yang lemah
Begitu terganggu dengan keluhan ..
Jika ada 365 hari, tidak bolehkah aku merasa begitu terpuruk diantara hari-hari itu.
Haruskah aku terus terlalu kuat?
Kuat yang bukan betul-betul kuat. Mencoba kuat untuk menunjukkan pada mereka yang menginjak bahwa aku bisa berdiri.
Meski hatiku, jiwaku sedang jatuh. Aku sekuat tenaga berusaha berdiri.
Hingga pada akhirnya aku kehabisan energi, hingga tak pernah menjadi betul-betul kuat.
Betapa masalah ini mendorongku bertubi-tubi, bahkan aku hanya bisa berbicara disini, menahan air dari mataku yang selalu ingin jatuh.

Aku punya banyak sahabat yang begitu setia, tapi aku takut membebani mereka dengan berkeluh kesah pada mereka. Aku tak mau mereka meninggalkanku, karena menyadari temannya ini begitu sangat lemah dan rapuh.

Aku mengakui, aku sedang lemah, rapuh, aku hanya ingin menangis saat ini.

Sabtu, Agustus 04, 2018

Berhenti

Dalam setiap perjalanan selalu ada perhentian
Berhenti untuk kemudian melanjutkan tujuan
Kita juga sama, berhenti untuk melanjutkan tujuan perjalanan ini..
Meski kemudian kita terus berjalan lagi,
Namun bukan di jalan yang sama ..
Karena ternyata tujuan kita berbeda ..
Sangat berbeda..

Yang kusesali, kamu tidak memberitahu tujuanmu sejak awal. Akupun tidak bertanya.

Tapi kamu nahkodanya, mengapa tidak membawa penumpang ini menuju pantai,
Tidak terombang-ambing di lautan lepas dengan kapal laut tanpa kendali.

Penumpang ini mempertaruhkan hidupnya,
Namun kamu melepasnya dengan perahu kecil,
Kemudian berlalu dengan kapal besarmu .

Aku akan selamat, karena ada Tuhan menjagaku. Kuayunkan dayungku, sambil memohon kemurahan Tuhan.
Aku hampir sampai ke pantaiku,
Hampir sampai,
Aku tau,
Tuhan menjagaku

Selamat jalan nahkoda dengan kapal besar ...
Seharusnya kamu setidaknya berpura-pura mengucapkan selamat jalan ...